Manisan Buah Khas Lampung

Twitter
Facebook
Kode Produk A65
Harga Manisan Rp 13,000
Produksi Manisan Buah Asli Lampung - Bandar Lampung
Jenis Manisan Jenis Manisan Buah Basah:
  • Manisan Pala
  • Manisan Mangga
  • Manisan Pepaya
  • Manisan Salak
  • Manisan Loba - Lobi
  • Manisan Cermai 
Berat Manisan 1/4 Kilogram
Stok Barang Ada
Pemesanan Manisan Silahkan Hubungi
 
Pengiriman Keseluruh Indonesia

Manisan Lampung - Manisan Buah Terlengkap Ada Disini

Manisan Buah

Manisan adalah makanan yang dibuat dari buah-buahan yang direndam didalam sebuah larutan glukosa/gula dalam waktu tertentu. Sesuai dengan namanya “Manisan” serta direndam dalam larutan gula, maka manisan sudah pasti memiliki rasa yang “manis”. 

Manisan Asli Lampung

Manisan Loba-Lobi Lampung


Manisan ini bisa dikatakan adalah suatu metode pengawetan buah yang telah digunakan sejak dahulu dan masih eksis hingga saat ini. 

Manisan Mangga Khas Lampung - doc. pribadi
 
Teknik pengawetan buah-buahan yang kita tahu bahwa buah adalah bahan makanan yang tidak memiliki waktu simpan yang lama karena cepat rusak/busuk. Dengan adanya teknik pengawetan dengan membuat manisan ini maka buah bisa betahan sangat lama dan membantu para petani.  

Manisan Mangga Lampung - doc. pribadi

Yang Ini Juga Enak Lho: Keripik Pisang Suseno Khas Lampung 

Bagaimana “manisan” bisa awet dan tahan lama?

Apakah anda tahu pembuatan ikan asin? Taknik dan metodenya hampir sama, bedanya adalah bahan yang digunakan dalam pengasinan adalah garam, sedangkan dalam pembuatan manisan adalah gula. Ya jelas, tidak mungkin kan kita mengasinkan buah-buahan.. bagaimana dengan rasanya :). Didalam pembuatan manisan buah yang telah dikupas kulitnya dan dicuci dimasukkan dalam larutan gula dengan kadar yang tinggi, nah lama-kelamaan gula akan masuk kedalam buah yang kita rendam tersebut. Bersamaan dengan itu kandungan air dalam daging buah akan semakin berkurang karena keluar dari daging buah, peristiwa ini dalam keilmuan disebut sebagai osmosis. Dengan kadar air yang sedikit dan adanya glukosa dalam sel-sel buah maka mikroba termasuk bakteri pembusuk tidak akan berkembang baik sehingga buah bisa bertahan lebih lama seperti halnya dengan ikan asin. Itulah mengapa teknik manisan ini sangat penting sebelum metode-metode pengawetan modern yang ada pada saat ini ditemukan. 

manisan lampung
Manisan Buah @Kuhna
Selain agar awet, manisan memiliki keuntungan dari segi rasa karena buah yang memiliki dasar rasa manis akan semakin manisa dan enak. Selain rasa manis yang diperkuat, karakter rasa asam dari beberapa buah akan ditutupi oleh rasa manisa dari larutan gula yang masuk kedalam daging buah. Oleh karena itulah manisan buah ini saat ini masih banyak penyukanya, bahkan di provinsi kami “Lampung” masih menjadi primadona oleh-oleh yang wajib dibawa saat mengunjungi Lampung.

Pembuatan Manisan Buah

Disalam pembuatan manisan buah, biasanya seorang pembuat manisan akan memperhatikan beberapa hal pokok dan penting yaitu jenis buah dan tekturnya, bahan pembuatan, dan alat-alat termasuk wadah untuk manisan. Jenis buah mempengaruhi teknik dan metode serta komposisi air dan bahan yang akan digunakan karena setiap buah memiliki tekstur dan sifat yang berbeda-beda. Buah yang dipilih adalah dengan kualitas terbaik dan berukuran besar, sedangkan untuk tingkat kematangan tergantung selera dan tujuan dari pembuatan manisan. Yang jelas tidak terlalu matang untuk mendapatkan tekstur terbaik, tidak pula terlalu muda agar rasanya tidak pahit atau sepat.

Bahan utama lainnya selain buah adalah gula, gula yang digunakan biasanya adalah gula pasir terbaik agar kualitas manisan semakin baik dan air dari manisan tidak berwarna sehingga tampilannya sempurna. Selain gula ada bahan pelengkap seperti garam dan cuka, garam yang biasa digunakan adalah berbagai jenis garam seperti garam bata atau garam meja sedangkan untuk cuka digunakan jenis cuka untuk makanan yang dapat dengan mudah kita temukan berkadar 5%. Untuk kerenyahan manisan biasanya dipakai kapur sirih, saat pemberian kapur bahan manisan akan mengembang dan memberikan kerenyahan pada hasil manisan yang dibuat. Untuk bahan tambahan atau bumbu biasanya yang digunakan adalah kayu manis, cengkeh, serta cabai dengan takaran yang berbeda-beda sesuai dengan resep masing-masing pembuat manisan.

Buah yang akan dibuat manisan dibersihkan dan dikupas serta dipotong-potong, disesuaikan dengan kebutuhan/selera serta jenis buah yang digunakan. Selanjutnya tahap pemanisan dilakukan dengan merendam bahan utama buah kedalam larutan gula yang dimasak dan telah ditambahkan bahan-bahan tambahan serta bumbu selama 12 jam atau lebih tergantung jenis dan tekstur buah. Pada beberapa jenis dengan tekstur tebal dan keras, sebelum direndam kedalam larutan gula direndam terlebih dahulu kedalam larutan garam dan air kapur sirih agar tekturnya lebih lebih renyah, awet dan memiliki rasa yang lebih kompleks. Setelah pemanisan selesai adalah tahap penirisan, buah ditiriskan agar air tidak tersisa. Untuk manisan basah larutan gula tidak ditiskan, hanya buahnya saja yang ditiriskan selanjutnya dimasukkan kedalam larutan gula dan disimpan dalan wadah botol kaca yang kedap udara.

Manisan Lampung
Manisan Lampung

Macam-Macam Manisan

Manisan jika kita lihat dipasaran ada berbagai macam sehingga dari sifatnya dan bentuknya “manisan” bisa dikategorikan menjadi 3 yaitu:
  • Manisan Basah
    Manisan basah adalah manisan yang masih memiliki banyak kansungan air, sehingga biasanya dalam penampakannya masih bersamaan dengan air gula. Jika anda menjumpai manisan yang terlihat masih direndam dalam larutan gula dan tertutup wadah rapat maka itu adalah “manisan basah”. Manisan basah memiliki bentuk yang baik karena buah masih seperti saat pertama kali dimasukkan kedalam air gula. Biasanya manisan basah ini dipilih untuk jenis buah yang daging buahnya sedikit keras sehingga teksturnya saat dimakan tidak berubah. Beberapa buah yang biasa dibuat manisan basah seperti: Jambu biji, buah salak, buah nangka, keondong, mangga, kolang-kaling, cermai, belimbing dan lain-lain.
  • Manisan Kering
    Yang kedua adalah manisan kering, berbeda dengan manisan basah dari namanya “manisan kering” kita tahu bahwa manisan ini adalah manisan yang lebih kering atau memiliki sedikit sekali kandungan air. Manisan kering lebih unggul dari manisan basah dari segi simpan karena lebih tahan lama, hal ini terjadi karena manisan kering memiliki lebih sedikit kandungan air dan mengandung lebig banyak glukosa/gula. Pembuatan manisan kering ini seperti halnya dengan manisan basah, namun setelah beberapa saat buah diangkat dan ditirkan lalu dijemur sampai kering. Buah yang dibuat manisan kering biasanya buah-buah yang tekstur buahnya lembut atau lunak. Beberapa buah yang biasa dibuat manisan kering antara lain: Asam jawa, jambu mete, terong, semangka, bengkuang, dan lain-lain.
     

Manisan Lampung

“Manisan Buah” adalah salah satu diantara oleh-oleh yang dikenal di provinsi Lampung, manisan buah adalah buah tangan yang banyak dibawa oleh orang-orang saat singgah di Provinsi Kami, Lampung. Manisan buah ini bisa anda dapatkan diberbagai sentra oleh-oleh khas lampung di Kota Bandar Lampung, banyak diantara sentra oleh-oleh yang menjual manisan buah ini jadi anda tidak akan kesulitan untuk mendapatkannya. Selain itu anda tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk manisan buah ini, dengan rasa yang lezat dan harga murah anda harus mencobanya.

Beberapa manisan buah yang banyak dijual di Lampung diantaranya adalah:
  1. Manisan Buah Pala
    Apakah anda pernah mancicipi “manisan buah pala” khas dari Lampung? Jika belum anda wajib mencobanya. Pala adalah atau yang memiliki nama ilmiah (Myristica fragrans) adalah tumbuhan asli Nusantara tepatnya Pulau Maluku. Pala termasuk rempah-rampah yang sangat mahal pada zaman dahulu, oleh karena itulah maluku sejak zaman dahulu dikenal sebagai penghasil rempah-rempah diseluruh dunia. Pala menjadi salah satu rempah-rempah penting sampai saat ini dan saat ini pala sudah dibudidayakan tidak hanya di pulau maluku, melainkan diseluruh dunia. Pala yang paling bermanfaat adalah biji dan salut biji atau pembungkus biji, biji pala di Lampung saat ini dihargai 60-80 ribu rupiah per kilogramnya. Sedangkan untuk daging buah belum dimanfaatkan secara maksimal dan biasanya dibuang saat dikupas untuk mengambil biji dan salut bijinya.


    Pembuatan manisan dari buah pala ini menjadi sangat penting untuk nilai tambah dari buah pala terutama daging buahnya. Selain itu manisan pala ini masih cukup sulit untuk kita temui secara umum dan terbatas dibeberapa tempat saja, jadi pastikan anda untuk mencicipi manisan buah pala asli Lampung ini ya. Ciri khas dari manisan buah pala adalah rasanya yang segar dan sedikit pedas sehingga sensasi rasanya unik, oleh karena itu sebenarnya banyak sekali orang yang suka pada manisan ini. Selain lezat manisan buah pala juga memiliki banyak manfaat, pala adalah salah satu rempah-rempah yang dikenal memiliki afek karminatif. Didalam ilmu medik sifat karminatif berfungsi untuk menurunkan resiko masuk angin atau perut kembung karena memperlancar tubuh kita untuk buang angin. Oleh karena itulah banyak obat masuk angin biasanya juga mengandung ekstrak dari buah pala ini.
    Manisan Buah Lampung
    Manisan Buah Pala
  2. Manisan Mangga
    “Manisan khas lampung” kedua yang dapat anda jumpai adalah manisan dari buah mangga. Manisan buah mangga adalah salah satu jenis manisan populer karena memiliki rasa yang lezat, selain itu buah mangga adalah salah satu buah paling familiar dan hampir semua orang suka. Buah mangga dikenal sebagai buah yang cepat sekali masak dan musiman, oleh karena itu dengan mengawetkan buah menjadi manisan akan membantu kita menikmati buah mangga. Mangga adalah buah yang banyak sekali jenisnya, selain itu tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Mangifera indica ini adalah buah yang banyak sekali ditanam mulai dari kebun hingga pekarangan rumah. Didalam sejarah ilmiah ternyata buah mangga bukanlah tanaman asli nusantara melainkan berasal dari daratan perbatasan tiongkok dengan myanmar, buah mangga ini menyebar keberbagai daratan di asia sejak 15 abad yang lalu.


    Karena rasanya yang sangat lezat buah mangga banyak disukai orang dan budidayanyapun relatif tidak sulit. Buah mangga juga menjadi buah yang paling mudah untuk kita jumpai. Nah, manisan buah mangga adalah variasi pengolahan buah mangga yang memiliki rasa unik dan khas serta wajib kita coba. Jadi jika anda belum pernah mencobanya anda harus mencoba manisan buah mangga khas daerah kami, kami jamin rasanya tidak akan mengecewakan.

    manisan lampung
    Manisan Mangga @yumei

  3. Manisan Buah Pepaya
    Manisan buah pepaya? Ya pepaya adalah manisan yang bisa anda dapatkan jika berkunjung ke Lampung. Diantara kedua buah diatas, buah pepayalah yang memiliki waktu simpan paling pendek karena tekstur buah yang sangat lembut dan cepat sekali masak. Oleh karena itulah anda bisa menikmati buah pepaya seperti kalam keadaan segar dengan mencicipi manisan pepaya basah dari lampung ini.


    Apakah yang paling terkenal dari pepaya?

    Tentu saja adalah manfaatnya untuk kesehatan mata karena daging buah yang banyak mengandung vitamin A serta baik untuk melancarkan pencernaan kita. Itu semua telah kita pelajari dan kita baca sejak sekolah dasar karena memang pepaya adalah buah penting untuk menjaga kesehatan mata kita. Pepaya (Carica papaya) adalah tumbuhan familiar dan banyak ditanam di Indonesia, meskipun demikian seperti halnya mangga buah pepaya bukanlah buah asli Indonesia. Hal ini dapat kita lihat dari kata “Pepaya” sendiri yang diambil dari kata “papaja” bahasa belanda. Pepaya adalah tumbuhan asli benua amerika tepatnya dari meksiko lalu menyebar keberbagai negara beriklim tropis didunia untuk dibudidayakan. Di Indonesia pepaya bukan hanya buah yang dinikmati saat masak, melainkan sebagai sayur-mayur karena buah pepaya juga sebagai bahan masakan terutama sayur. Buah pepaya biasanya dimasak dengan cara ditumis atau dibuat sayur. Itulah beberapa hal penting tentang buah pepaya, jangan lupa nikmati manisan buah pepaya khas lampung ya :)

    Manisan Pepaya

  4. Manisan Buah Salak
    Manisan lampung dari buah salak yang dibuat dari buah salak pilihan yaitu salak pondoh. Salak pondoh adalah varian salak yang berasal dari lereng merapi dan sangat terkenal dari segi bentuk serta rasa. Salak pondoh terkenal manis bahkan saat buahnya belum masak, selain itu buah salak pondoh ini sangat besar sehingga disukai oleh banyak orang. Tumbuhan salak (Salacca zalacca) adalah tumbuhan yang juga banyak ditanam diberbagai daerah di Indonesia untuk diambil buahnya. Salah termauk buah yang banyak dijual mulai dari swalayan, tokobuah, hingga pasar-pasar tradisional.


    Manisan salak pondoh memang tidak hanya berasal dari provinsi kami Lampung, dibeberapa daerah di Jawa kita juga dapat menjumpainya. Namun tidak ada salahnya jika anda mencicipi manisan salak pondoh dari lampung dan membandinkannya dengan manisan dari tempat lain, apakah sama? Anda sendiri yang bisa menilainya. Yang jelas manisan salak pondoh lampung memiliki rasa manis yang kental dan lezat, jadi jangan lupa untuk membawanya sebagai buah tangan.
    Manisan Salak

Pemesanan Manisan Buah Khas Lampung

Untuk memesan manisan buah lampung ini anda bisa langsung menghubungi kontak kami di 08971218773 bisa telepon, wa, line, atau sms. Karena berada dliar kota atau diluar provinsi, pengiriman bisa dilakukan dengan menggunakan jasa pengiriman JNE, TIKI, POS INDONESIA, atau jasa pengiriman lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan anda. Namun jika anda berada di kota bandar lampung anda kami sarankan untuk langsung mengunjungi berbagai sentra oleh-oleh khas lampung. Namun jika anda berhalangan karena waktu anda terbatas, kami bisa mengantarkan pesanan manisan buah anda (delivery order) selama masih di kota Bandar Lampung. Untuk ongkos pengiriman manisan buah dalam kota adalah Free tidak ada biaya tambahan apapun. Jadi, dengan kemudahan ini jangan sampai anda melewatkan untuk membeli manisan buah khas lampung sebagai oleh-oleh keluarga ya..  Terimakasih dan tetap cintai kuliner Indonesia khususnya Lampung :) 

Salam, www.makananlampung.com – Pusatnya Oleh-Oleh Lampung


MANISAN BUAH LAMPUNG (silvie)
Seperti yang kita tau buah merupakan sumber Vitamin, serat dan mineral alami yang dibutuhkan untuk meregenerasi sel-sel dalam tubuh kita. Setiap Vitamin dan mineral memiliki peranan masing-masing dalam tubuh. Buah juga mengandung antioksidan untuk menangkal radikal bebas dan meningkatkan daya tahan tubuh. Buah paling bagus dikonsumsi secara langsung, atau tanpa proses pemasakan yang membuat kandungan vitamin dan mineral dalam buah rusak, alternatif lain yang bisa dipilih adalah dengan membuat jus atau ekstrak dari buah tersebut. Tapi seiring dengan perkembangan kuliner dan teknologi saat ini, selain dikonsumsi langsung buah juga dibuat berbagai olahan makanan yang lezat dan juga bergizi.  

Di Indonesia sendiri ada banyak sekali jenis buah yang tersedia dan karena tanahnya yang subur tanaman buah – buahan mudah dibudidayakan disini. Di musim panen biasanya hasil pasokan buah akan meilimpah yang terkadang membuat harga dipasaran mengalami penurunan. Sehingga membuat banyak sekali buah yang busuk atau terbuang. Untuk menghindari hal tersebut para pedagang dan pengusaha kuliner kemudian mengolah kembali buah-buahan menjadi olahan makanan yang memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi. Ada yang diolah menjadi keripik, sari pati buah, manisan buah lampung, asinan buah, bahkan menjadi bahan tambahan untuk membuat kue. Salah satu kue yang cukup terkenal yang menjadikan buah sebagai isiannya adalah Nastar. Kue isi nanas ini sangat terkenal di masyarakat Indoesia, dan menjadi kue yang wajib ada di meja saat perayaan hari raya Idul Fitri atau Idul Adha.

Dari banyak sekali jenis makanan olahan buah, yang paling saya sukai adalah manisan buah lampung. Karena menurut saya pada manisan buah lampung, rasa asli dari buah itu sendiri tidak hilang bahkan buah jadi memiliki sensasi rasa yang unik namun tetap enak. Dikatakan manisan buah lampung karna dalam proses pembuatannya buah akan di masak dengan larutan gula sehingga sari pati buah keluar dan bercampur dengan air gula. Sebelum dimasak buah harus dicuci bersih terlebih dahulu dan direndam dengan larutan natrium benzoat atau bisa juga menggunakan kapur sirih agar manisan buah lampung memiliki tekstur yang renyah dan tidak melempem.

Banyak sekali buah yang dapat dibuat menjadi manisan buah lampung antara lain, salak, kedondong, pala, pepaya, mangga, kolang –kaling, cermai, nanas dan hampir setiap jenis buah dapat dibuat manisan. Bahkan beberapa kulit buah dapat juga dijadikan manisan, seperti kulit buah semangka dan jeruk bali.Ada dua jenis manisan buah lampung yang beredar di pasaran, yaitu manisan buah lampung kering dan manisan buah lampung basah. Kalau ditanya lebih enak yang mana, tentu setiap orang memiliki selera yang berbeda.  Pada manisan basah buah akan terendam sepenuhnya dengan air gula, manisan buah lampung basah memiliki rasa yang segar, manis dan sedikit asam. Saat ini banyak juga pedagang yang menambahkan cabai sebagai tambahan bumbunya, sehingga rasanya sedikit pedas tapi lebih berwarna dan segar. Buah yang banyak digunakan dalam manisan buah lampung basah seperti kedondong, salak, leci, siwalan, mangga, rambutan, pala, ceri dan lainnya. Kelemahan manisan buah lampung basah ini adalah tidak mampu bertahan dalam waktu lama. Manisan buah lampung basah hanya mampu bertahan selama kurang lebih 1 bulan, dengan catatan tempat penyimpanannya harus dalam keadaan tertutup rapat.

Sedangkan pada proses pembuatan manisan buah lampung kering, buah dimasak dengan air gula , setelah itu kemudian di oven untuk menghilangkan kadar air dalam buah. Setelah proses pengovenan, larutan gula yang menempel pada buah akan membentuk kristal dan mengeras. Oleh karena itu manisan buah lampung kering lebih tahan lama daripada manisan basah, apalagi jika dikemas dengan baik maka manisan buah lampung kering bisa bertahan antara 3 sampai 4 bulan.

Beberapa daerah yang banyak menjual manisan buah lampung antara lain, Bogor, Subang, Bandung, Purwakarta, Banyuwangi dan Lampung.  bahkan manisan buah lampung sudah menjadi icon oleh-oleh di beberapa kota seperti bogor. Saat ini beberapa pusat perbelanjaan di kota-kota besar juga sudah menyediakan beberapa jenis manisan buah lampung, jadi tidak perlu jauh-jauh datang ke Bogor untuk mencicipi segarnya manisan buah lampung. Bahkan di toko-toko kue kering terkadang juga menyediakan manisan buah lampung kering seperti manisan pala, dan ciremai. Harga yang di tawarkan cukup beragam sesuai dengan jenisnya, manisan pala kering dengan berat kurang lebih 100 gram ditawarkan dengan harga Rp. 5.000 per kantong, sedangkan manisan basah  dijual dengan harga mulai dari Rp. 3.500 sampai dengan 8.000/gram.

Manisan sendiri adalah cara untuk mengawetkan buah agar tidak cepat busuk, akan tetapi tak jarang dalam proses pembuatan manisan ditambahkan lagi pengawet makanan kimia berupa natrium benzoat. Meskipun kadar yang digunakan tergolong cukup rendah dan aman, tapi tentu saja bahan kimia yang dimasukkan kedalam tubuh secara terus menerus dapat menimbulkan efek buruk dikemudian hari. Kalau kamu ingin mencoba membuat manisan buah lampung sendiri dirumah juga bisa, Tentu lebih higienis dan tanpa pengawet. Bahan – bahan yang dibutuhkan juga terbilang cukup mudah ditemukan disekitar kita. Berikut resep manisan buah lampung salak tanpa tambahan bahan pengawet.
Resep Manisan buah lampung salak
Bahan yang dibutuhkan :
500 gram buah salak
150 gram gula pasir
2 sdm garam
Air secukupnya

Cara membuat :
Pertama kupas salak dari kulit luar dan kulit arinya, kemudian cuci bersih. Rendam salak dengan air garam selama semalaman, setelah itu buang airnya, sisihkan
Rebus gula dengan air kurang lebih 400 ml, masak dengan api kecil sampai gula larut
Masukkan buah salak dan rebus kurang lebih 10 menit, sisihkan agar uap panasnya hilang
Setelah dingin, masukkan salak kedalam wadah tertutup kemudian masukkan kedalam kulkas.

Mudahkan membuat manisan buah lampung sendiri dirumah ?. Tapi berbicara soal Manisan buah lampung, Ternyata manisan buah lampung bukan hanya terdapat di Indonesia, Negara lainpun ada yang mengolah buah menjadi manisan seperti Spanyol, Italia, Inggris , Belanda dan Jerman. Berbeda seperti dari Indonesia, di Negara-negara dengan mayoritas penduduknya adalah Kristen, Manisan buah lampung dijadikan sebuah hidangan istimewa saat Natal. Meskipun penyajian manisan buah lampung dalam acara natal dianggap sebagai tradisi kuno, tetapi masih ada beberapa orang yang mewajibkan adanya manisan buah lampung pada acara Natal untuk menjaga tradisi. Tidak menutup kemungkinan bahwa resep manisan buah lampung yang kita kenal saat ini juga merupakan pengaruh dari kebudayaan mereka , Mengingat kita juga pernah memiliki sejarah panjang saat dijajah oleh belanda dulu.
Terlepas dari bagaimana sejarah manisan buah lampung itu tercipta dan mulai di kenal di Indonesia, Manisan buah lampung menjadi salah satu keanekaraman kuliner yang juga harus dilestarikan. Diperlukan adanya inovasi dan konsistensi penuh pada makanan tradisional sehingga tetap bisa diserap oleh masyarakat saat ini . Agar tidak mudah tersisihkan oleh kehadiran jutaan jenis  produk baru dipasaran.
 
Jangan Lupa Baca: FAQ, Cara Pemesanan, Testimoni
 
OLEH - OLEH LAMPUNG | Pusat Makanan Khas Lampung Online | Jalan Bumi Manti 03 Kampung Baru UNILA, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung | Kode Pos 35141 | Support: Onlineshop Indonesia