Lempok Durian Lampung Online

Twitter
Facebook
Lempok durian Lampung
Kode Barang A12
Harga Rp 33,000
Jenis Lempok Durian Asli Lampung
Produk Lempok Lempok 88 Yenyen, Ny. Lielie, Lempok Otong dll. - Produksi Bandar Lampung
Berat Lempok 200 Gram
Stok Barang Ada
Pemesanan Lempok
Keseluruh Indonesia Via JNE
Hubungi:

Deskripsi Lempok Durian
'Lempok durian' adalah makanan khas yang banyak ditemukan di Sumatera seperti di provinsi lampung dan sumatera selatan. Didaerah lain, lempok juga dikenal dengan sebutan lain 'dodol durian atau jenang durian'.

Lempok Durian Lampung Kemasan Baru Siap Kirim  (Doc. Makanan Lampung)


Lempok memang belum dipatenkan dan belum di kukuhkan sebagai makanan khas daerah manapun, sejauh ini hanya sumatera selatan yang telah mengajukan lempok menjadi makanan khas daerah karena memang lempok banyak di temukan didaerah asal pempek tersebut.
 
Lempok Durian Khas Lampung -

 Selain di Sumatera, lempok juga telah dikenal sejak dahulu di beberapa daerah seperti di Kalimantan. Meskipun sama-sama terbuat bahan baku yang sama (durian), rasa lempok durian ternyata berbeda-beda disetiap daerah. 

Lempok Asli Lampung
Hal ini adalah hasil dari kultur kuliner dan alam yang erat kaitannya dalam pembuatan makanan seperti halnya lempok. Durian yang digunakan sebagai bahan baku juga berbeda-beda di setiap tempat, selain itu pembuat lempok memiliki resepnya masing-masing dalam membuat olahan lempok.

Lempok Durian Lampung

Lempok Khas Lampung

Provinsi kami "Lampung" juga dikenal sebagai penghasil lempok yang memiliki rasa khas durian lampung. Lempok daerah kami tidak kalah dengan jenis lempok yang ada didaerah lain seperti lempok Pontianak atau lempok Tebing Tinggi Sumatera Selatan yang memang cukup terkenal. 

Lempok Khas Lampung dibuat dari durian alami yang banyak tumbuh didaerah tinggi Provinsi Lampung. Durian-durian yang memiliki rasa manis legit seperti kefir dan aroma menyengat kuat diolah dengan mengambil daging buah (dipisahkan dari biji), lalu dilakukan penambahan gula pasir 1:4 dan garam (sedikit), bahan-bahan ini dimasukkan dalam kuali dan dimasak dalam tungku api dengan nyala merata (tradisional) selama 4 jam. 

Selama pembuatan tersebut lempok selalu diaduk oleh tangan ahli pembuat lempok agar bahan merata dan tidak lengket. Lempok yang sudah jadi diangkat, didinginkan, dipotong-poton sesuai bentuk/ukuran yang diinginkan dan siap untuk disantap.

Lihat Juga:  Dodol Sirsak Khas Lampung

Lempok memang termasuk jenis dodol yang dalam pembuatannya tidak membutuhkan waktu dan tenaga yang sedikit, oleh karena itulah harganya relatif mahal. Selain itu bahan utamanya yang memang durian asli harganya juga masih terbilang relatif mahal dipasaran. Harga durian lokal berkisar 15 hingga 50 ribu perbuah, tergantung kualitas dan ukuran dari buah durian.  Lempok adalah jenis olehan buah durian tanpa zat kimia tambahan sekaligus menjadikan lempok sebagai olahan original durian khas Indonesia. 

Jual Lempok Lampung

Kami menjual berbagai jenis lempok durian dari berbagai daerah di Sumatera. Khusus lempok khas lampung yang kami rekomendasikan adalah lempok yang cukup populer yaitu 'lempok durian lampung 88 yenyen' dan Ny. Lielie. Lempok ini memiliki tekstur yang sangat lembut dengan rasa kental durian khas lampung. Jika anda menyukai makanan sejenis dodol maka anda wajib mencicipi lempok asal lampung ini.

Lempok Durian Lampung Kemasan Lama
lempok lampung adalah lempok khas lampung
Lempok Durian Lampung

Harga: Relatif murah hanya 30.000-35.000 rupiah saja perkotak seberat 2 ons.
Kirim: Seindonesia menggunakan semua jasa pengiriman
Antar: Free antar Sebandar Lampung

Lihat juga jenis makanan khas lampung serupa dengan lempok lampung: Dodol Pandan Lampis Berkat, Dodol Pandan Wie, Dodol Lampung jenis dodol aroma pandan khas lampung yang lezat.


Lempok, Kuliner Asli dan Khas Sumatera (@detheas)

Jajanan dan penganan khas Indonesia begitu bervariasi. Itulah sebabnya, pariwisata dan industri makanan ringan di tanah air tidak mudah padam seiring lajunya zaman. Para turis dan wisatawan berbagai negara selalu datang silih berganti.
Salah satu penganan yang khas Indonesia datang dari Sumatera. Namanya lempok. Jika dilihat sekilas, lempok mirip seperti gethuk pisang yang biasa dijual di daerah Kediri, Jawa Timur. Ini karena sama- sama terbuat dari bahan – bahan alami berupa buah. Jika gethuk pisang terbuat dari pisang raja yang masih muda. Maka, lempok terbuat dari buah durian. Hmmm... menarik, bukan?

Lempok khas Sumatera

Kemana pun Anda pergi ke berbagai daerah di Sumatera, pasti bisa dengan mudah menjumpai Lempok di sejumlah toko oleh – oleh. Lempok hampir bisa dikatakan merajai seluruh pulau Sumatera. Mulai dari Bengkalis, Palembang, Riau, Padang, hingga Aceh.

Terbuat dari bahan utama buah durian 100%, lempok menjadi primadona wisatawan yang berkunjung dan ingin membawa pulang buah tangan khas Sumatera.

Maklum saja, daerah Sumatera memang sangat kaya dengan buah durian. Jumlah produksi yang besar, kemudian dimanfaatkan oleh para pengusaha dan pelaku bisnis industri makanan ringan untuk membuat oleh – oleh lempok durian yang dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Pengolahan dan pengemasan lempok

Sistem pengolahan lempok di berbagai daerah Sumatera masih memakai cara pengolahan yang sederhana dan tradisional. Yaitu, buah durian yang dihaluskan kemudian diberi sedikit gram dan gula sebagai penyedap rasa.

Pada awalnya, produksi buah durian begitu melimpah sehingga dari segi daya jual, harganya tidak akan bisa tinggi karena bersaing dengan penjual durian lainnya. Jika sudah disimpan terlalu lama, maka buah durian akan membusuk dan terbuang percuma.

Nah, dengan adanya pengolahan penganan berupa lempok durian, maka produksi buah durian yang melimpah masih bisa dimanfaatkan. Bahkan dapat dinikmati meskipun panen sudah lewat.

Setelah mengalami proses pengolahan dan pengemasan dalam bungkus plastik, lempok bisa bertahan di dalam kulkas hingga 5 bulan. Namun, jika disimpan biasa dapat awet sampai 1 bulan.

Walaupun diolah tanpa memakai bahan pengawet, lempok bisa bertahan lama. Hal ini karena proses pengolahan yang higienis dan dapat menimimalisir pertumbuhan jamur ataupun mikroba yang menyebabkan kerusakan pada produk lempok.

Bentuk kemasan lempok bervariasi. Ada yang membentuk dengan lonjong atau persegi panjang, tapi ada pula  yang berbentuk silindris seperti bentuk permen.

Lempok dikemas dalam daun pisang ataupun pelepah pohon pinang, kemudian baru dibagian luar diberi label produksi dan plastik agar lebih praktis dan awet.

Secara umum, lempok memang mirip dengan dodol dan gethuk. Baik dari segi warna dan kemasan. Tetapi, yang membedakan di antara ketiganya adalah bahan baku pembuatannya. Jika dodol masih menyertakan bahan seperti tepung beras, maka dalam proses pembuatan lempok, benar – benar menggunakan daging buah durian sebagai bahan utama dengan kadar hingga 100%, tanpa ada campuran air atau tepung. Sedangkan, tambahan berupa garam dan gula hanya untuk menyeimbangkan rasa dan penyedap alamiah.

Proses pembuatan lempok sebetulnya tidak terlalu sulit, namun membutuhkan proses yang cukup lama, yaitu sekitar 4 jam.

Adonan daging buah durian, gula serta garam juga harus terus diaduk hingga mendidih di atas wajan yang besar dengan nyala api kecil. Jadi, para pekerja home industry lempok, membutuhkan banyak tenaga agar bisa mengaduk adonan lempok terus menerus selama 4 jam agar bagian bawah adonan tidak gosong dan semua adonan durian bisa tercampur rata.

Setelah dingin, kemudian lempok dapat dikemas sesuai dengan label produksi dan kebutuhan.

Harga dan pemasaran lempok

Meski produksi durian melimpah di daerah Sumatera, tetapi untuk sebungkus lempok durian bisa terbilang masih relatif mahal. Yaitu di atas Rp 50 ribu.

Para pecinta lempok pun seolah tak begitu memperdulikan masalah harga, karena cita rasa yang diperoleh masih sebanding dengan kocek yang harus dirogoh.

Tidak hanya di daerah Sumatera, lempok juga sudah merambah ke manca negara. Seperti Singapura, Brunei Darussalam dan Malaysia.

Jika ingin membawa pulang lempok sebagai oleh – oleh, wisatawan cukup membayar seharga paket lempok dengan ukuran 400 gram Rp 60 ribu, atau Rp 150 ribu untuk paket satu kilo. 


Pembahasan Lengkap Mengenai "Lempok Durian" (@novelitoi)

Lempok durian atau bisa disebut dodol durian karena makanan ini agak mirip dengan dodol pada umumnya merupakan salah satu makanan oleh-oleh khas dari Pontianak, Kalimantan Barat. Tidak lengkap rasanya kalau ke Pontianak tidak membawa membeli oleh-oleh lempok durian. Bagi kalian yang pernah merasakan legitnya lempok durian pasti akan ketagihan lagi dan lagi.

Lempok durian ini familiar sekali dan terkenal bagi mayarakat di wilayah Sumatera,  Bengkulu, Pekan Baru, Riau, Palembang, Lampung, dan beberapa wilayah di Kalimantan seperti di Pontianak dan Samarinda.

Lempok durian adalah makanan ringan tradisional jenis dodol dengan bahan utama dari buah durian yang mempunyai nama latin Durio zibethinus L. Buah durian diyakini dapat menambah tekanan darah sehingga bagi orang yang menderita tekanan darah tinggi tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi buah durian. 

Menurut USDA Nutrient Database, kandungan gizi yang terkandung dalam buah durian cukup lengkap seperti, energi sebanyak 150 kkal, karbohidrat sebanyak 27,09 gram, serat pangan sebanyak 3,8 gram, lemak sebanyak 5,33 gram, protein sebanyak 1,47 gram, air sebanyak 65 gram, vitamin C sebanyak 19,7 mg, dan kalium sebanyak 436 mg. Buah durian juga banyak mengandung fosfor dan zat besi yang tinggi tetapi, dapat menjadi masalah pada pergerakan usus besar sehingga dianjurkan untuk meminum air putih sebelum dan setelah mengkonsumsi buah durian agar terhindar dari dehidrasi dan buah durian tidak dianjurkan dikonsumsi bersamaan dengan alkohol agar terhindar dari penyakit stroke.

Lempok durian yang terbuat dari buah durian dapat menambah nilai ekonomis durian, mengurangi limbah buah durian yang terbuang sia-sia, dan menambah inovasi varian makanan.

Lempok durian adalah makanan tradisional andalan masyarakat Sumatera dan Kalimantan. Untuk membuat lempok durian, masyarakat di sana melakukannya secara turun-temurun dapat dibilang sangat tradisional dengan menggunakan teknologi sederhana. 

Lempok durian bahkan sudah sampai ke manca negara seperti di Malaysia dan Brunei Darussalam dan hampir tidak mengenal musim dikarenakan durian di daerah sana hampir tidak mengenal musim panennya hampir sepanjang tahun durian ada sehingga lempok durian selalu banyak diproduksi.

Walaupun bahan utama yang digunakan dalam pembuatan lempok ini sangat disukai banyak orang dan tidak kenal musim buah durian panennya di daerah sana tapi, harga jual lempok durian relatif cukup mahal dibandingkan dengan harga sejenis dodol lainnya maklum karena bahan dasarnya juga lebih mahal harganya dibandingkan dengan harga bahan dasar dodol lainnya.

Karena harga jual lempok durian relatif tinggi maka akan memberikan nilai tambah yang sangat menguntungkan bagi produsen. Lempok durian memiliki tekstur yang empuk dan aroma yang khas aroma buah durian sehingga lempok durian mempunyai ciri khas tersendiri. Pembuatan lempok durian terbuat dari 100% daging buah durian dan sedikit gula untuk bahan pengawet alami. Mutu dan arom dari buah durian yang tajam harus dapat dipertahankan kualitasnya karena akan memengaruhi kualitas dari lempok durian itu sendiri. 

Langkah-langkah dalam membuat Lempok Duren

Proses pembuatan lempong durian sama seperti proses pembuatan dodol tapi bedanya, membuat lempong durian tidak dicampur dengan beras ketan.
Resep untuk membuat lempok durian. Pertama, siapkan bahan dan alat yang diperlukan, seperti :
·         Buah durian masak sebanyak 4-5 kg
·         Gula pasir sebanyak 1 jg
·         Garam sebanyak 2 sendok teh
·         Pisau besar
·         Tungku
·         Pengaduk
·         Plastik pembungkus
Cara membuat lempok durian :
1.    Buah durian dibuka dan dimbil isinya
2.    Daging buah durian dipisahkan dari bijinya dengan cara dikikis perlahan-lahan agar tidak melukai biji buah durian. (Tips: Untuk mengikis dapat menggunakan sendok dan biji buah durian jangan dibuang karena dapat dimanfaatkan untuk membuat keripik biji buah durian)
3.    Gula pasir sebanyak 1 kg dan garam sebanyak 2 sendok teh ditambahkan pada daging buah durian untuk setiap 4-5 kg
4.    Semua bahan yang sudah siap dimasukkan ke dalam kuali yang sudah diletakkan di atas tungku. (Tips : Tungku terbuat dari drum bekas yang diibagi 2 lalu dibuat lubang kayu)
5.    Bahan yang berada dalam kuali diaduk terus-menerus selama 3-4 jam dengan api yang tidak terlalu besar. Pemakaian api yang besar atau kecil dapat memengaruhi kualitas dari lempok durian itu sendiri. Adonan lempok durian dapat ditambahkan vanili dan daun pandan untuk menghasilkan lempok durian yang harum
6.    Lempok durian akan dianggap matang jika sudah tidak lengket pada dinding kuali kemudian diangkat tunggu sampai lempok durian dingin
7.    Lempok durian siap dikemas dalam plastik dan diberi label (Tips : Pengemasan dapat disesuaikan dengan selera)

Lempok durian aman dikonsumsi karena tidak menggunakan bahan tambahan pengawet buatan sebagai gantinya lempok durian menggunakan gula sebagai bahan pengawet alaminya.

Biasanya, dalam acara-acara pameran kuliner lempok durian menjadi sorotan banyak orang apalagi bagi pecinta buah durian karena aroma khas yang dipunyai oleh lempok durian ini. Jadi kalian harus mencobanya.

Harga lempok durian bervariasi tergantung dari kualitas buah durian yang digunakan dalam pembuatan lempok durian. Biasanya harga 400 gram lempok durian dibandrol seharga Rp 60.000,- dan yang 1 kg dibandrol seharga Rp 150.000,-.

Untuk kalian yang sudah mencoba resep lempok durian tapi belum berhasil jangan berkecil hati. Bagi kalian yang berhasil mencoba resep lempok durian bisa dikembangkan lagi jadi usaha untuk menambah uang pemasukkan. Kalian bisa memanfaatkan hari-hari besar misalnya hari Raya untuk menjual lempok durian buatan kalian sendiri karena buat sendiri modalnya pasti lebih kecil tapi untung yang kalian dapatkan besar dari penjualan lempok durian.

Tapi, misalnya kalian tidak punya waktu untuk buat sendiri lempok durian tapi ingin dapat penghasilan tambahan kamu bisa jadi reseller lempok durian, kamu hanya mempromosikan lempok durian di jejaring sosial kamu seperti facebook, twitter, instagram, whatsapp, dan line pasti banyak yang beli kan penggila durian banyak dan dapatnya pun mudah.

Nah cukup sekian pembahasan lengkap mengenai lempok durian. Semoga bermanfaat dan menambah referensi kalian tentang kuliner Indonesia. Cintai dan lestarikan kuliner Indonesia.

Serba Serbi Lempok Si Dodol Durian (@afriza)

Dodol tak hanya milik Kota Garut. Beberapa daerah, terutama wilayah Sumatera, juga memiliki dodol kebanggaan yang tak kalah legit. Ialah dodol durian atau yang sering disebut dengan lempok, kudapan manis dengan aroma buah durian yang sangat kuat dan tentunya memiliki rasa yang lezat.

Bentuk dodol durian atau lempok cukup beragam, dari persegi, lonjong hingga kemasan permen. Rasanya sangat manis, padat dan pastinya durian banget. Bagi pecinta durian, lempok pastilah akan menjadi kudapan favorit. Pun bagi seorang yang tak menyukai buah durian, lempok dapat menjadi alternatif untuk menikmati sang raja buah.

Uniknya,lempok dibuat masyarakat Sumatera karena panen buah durian yang berlebih. Saat musim tiba, buah durian menumpuk hingga terlalu banyak untuk dikonsumsi namun tak laku pula jika dijual. Kondisi ini pastilah membuat heran masyarakat Jawa yang harus merogoh kocek dalam untuk menikmati buah berkulit duri tersebut.

Karena buah durian yang menumpuk tak terjamah tersebut, ketimbang busuk, mereka punmencari cara untuk membuatnya awet atau tahan lama. Maka dibuatlah lempok atau dodol durian yang diolah berjam-jam dan ditambahkan gula sebagai pengawetnya. Saat menjadi lempok, produk tersebut pun dapat disimpan berbulan-bulan lamanya.

Meski dibuat dari bahan yang berlebih dan dibuang sayang, lempok dihargai cukup tinggi. Selain proses pembuatannya yang sulit dan membutuhkan waktu yang lama, durian yang diperlukan untuk membuat lempok pun sangat banyak. Bayangkan saja, untuk satu bungkus kecil lempok, butuh kurang lebih 5-10 buah durian. Pantas saja jika lempok dihargai cukup mahal. Meski demikian, harga tinggi tak mengurangi minat pembeli, terutamaminat para pelancong.

Saat ini lempok banyak dijual di toko oleh-oleh di berbagai daerah di Sumatera dan menjadi salah satu produk yang paling dicari wisatawan. Bahkan tak sedikit kota ataupun daerah yang mengakui lempok sebagai makanan khas mereka. Tentu setiap daerah juga memiliki kekhasan tersendiri meski bahan dan proses pembuatan lempokselalu sama di semua wilayah.Lempok khas Riau misalnya. Masyarakat Riau terbiasa membungkus lempok yang telah siap sajidengan pelepah pohon pinang.

Daerah Yang Memproduksi Lempok

Dalam lamanTravelerien disebutkan, ada beberapa daerah Sumatera yang terkenal memproduksi lempok atau dodol durian. Daerah tersebut yakni Palembang, Lampung, Riau dan Bengkulu. Bahkan Lempok pun dikenal sebagai makanan khas Kalimantan, khususnya di Kota Samarinda dan Pontianak. Hal ini tak mengejutkan mengingat kota-kota tersebutmerupakan daerah dengan komoditi durian melimpah.

Bahkan dikabarkan Tribunnews, ada satu daerah di Sumatera Selatan yang terkenal dengan sentra lempok atau dodol durian. Daerah tersebut yakni Empat Lawang, sebuah kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan. Dari sana lahlempok kemudian didistribusikan di banyak daerah di Sumatera.

“Setiap musim durian tiba, berbondong-bondong penduduk memproduksi lempok secara masal. Akibat rasa legit dan kualitasnya yang terjamin, produksi lempok khas Empat Lawang merambah sampai Palembang, Bengkulu, Lampung dan daerah-daerah lain di Sumatera,” dilansir pemkabempatlawang.tribunnews.com.

Di Provinsi Bengkulu, masyarakat menyebut Lempok dengan Lempuk. Panganan ini banyak dijual di sentra oleh-oleh Bengkulu di kawasan Anggut, lebih tepatnya di lokasi wisata tempat kediaman mantan presiden pertama Indonesia, Bung Karno. Adapun Provinsi Riau memiliki Kabupaten Bengkalis sebagai pusat komoditi durian. Di sanalah lempok banyak diproduksi setiap kali musim durian tiba.

“Mengulikkuliner khas Bengkalis, tak akan bisa tanpa menyinggung lempok durian. Pohon durian banyak di daerah ini jadi saat musim panen akan sangat banyak durian yang diproduksi. Jika suka durian, datanglah ke Bengkalis saat musim panen tiba,” dikutip dari Okezone.

Tak kalah unik di Kota Lampung. Masyarakat kota gajah tersebut bahkan enggan menyamakan lempok dengan dodol durian. Di sana pula ada dua produk berbedameski sama-sama dibuat dari buah khas tropis tersebut. Untuk lempok, merkLempok Lampung Yenyen adalah salah satu produsen yang terkenal. Adapun untuk dodol, brand Dodol Durian Ny. Wiedlahyang jadi andalan.

Dodol atau Lempok?

Meski banyak orang menyebut lempok sebagai dodol durian, sebetulnya ada perbedaan antara keduanya. Lempok dan dodol memang sama-sama bertekstur legit, memiliki rasa manis yang kuat, serta dibuat dengan proses yang sangat lama. Namun ada satu faktorkrusial yang membedakannya, yakni bahan dasar pembuatan.

Dodol durian dibuat dengan campuran tepung ketan sehingga menghasilkan tekstur yang agak kenyal. Adapun lempok dibuat dengan buah durian murni tanpa bahan tambahan apapun kecuali gula. Di sinilah perbedaan paling penting antara keduanya. Karena perbedaan inilah kemudian menghasilkan tekstur yang agak berbeda serta tingkat aroma dan rasa durian yang berbeda pula.

“Dodol memiliki tekstur halus dan kenyal, dengan aroma serta rasa durian yang ringan, sedangkan lempok sangat padat, berserat, dengan aroma dan rasa durian yang sangat kuat. Oleh karena itu jika anda adalah penggemar sejati durian khususnya durian Lampung, Anda bisa memilih lempok. Namun jika Anda lebih menginginkan rasa yang ringan anda bisa mencicipi dodol durian,” dipaparkan dalam makananlampung.com.

Dari perbedaan tersebut, jelaslah bahwa dodol yang diproduksi masyarakat Sumatera ialah Lempok. Adapun dodol durian bisa diproduksi siapa saja, bahkan banyak pula dodol Garut yang mengembangkan variasi rasa durian. Kendati demikian, baik lempok ataupun dodol durian sama-sama makanan khas nusantara. Keduanya pula dibuat dengan proses yang tidak sederhana. Butuh 4 hingga 8 jam dalam memasak durian hingga menjadi lempok ataupun dodol.

Cara Membuat Lempok

Proses pembuatan Lempok bagi sebagaian besar masyarakat Sumatera masih dilakukan secara tradisional. Menggunakan tungku berbahan kayu bakar, lempok dibuat dengan wadah yang besar dan pengaduk yang besar pula. Perlu tenaga ekstra untuk membuatnya karena adonan harus terus diaduk tanpa henti. Jika berhenti meski sejenak, maka lempok akan gosong.

Berikut cara membuat lempok sebagaimana resep asli masyarakat Sumatera, dikutip dari bisnisukm.com. Pertama, siapkan bahan-bahan yakni;Buah durian masak 4-5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, garam 1 sendok teh. Untuk gula, beberapa masyarakat Sumatera menggunakan gula aren asli sehingga menghasilkan rasa lempok yang lebih lezat dan wangi. Namun tentu sulit mendapatkan gula aren asli. Oleh karena itu, gula pasir pun dapat digunakan sebagai pengganti.

Langkah pertama membuat lempok yakni pisahkan buah durian dari bijinya. Setelah itu, campur semua bahan dan masukkan dalam kuali yang dirajang di atas tungku.Pembuatan tungku bisa menggunakan drum yang dipotong setengah bagian, lalu diberi lubang untuk tempat kayu bakar. Jika ingin menggunakan cara modern, gunakan saja kompor gas namun dengan api kecil hingga sedang.

Langkah berikutnya, aduk terus bahan dalam kuali atau wajan hingga adonan kalis. Proses ini membutuhkan waktu 3 hingga 4 jam dan harus dilakukan pengadukan secara non stop. Jika adonan sudah tak lengket pada pengaduk, maka lempok telah matang. Segera angkat lempokdari kuali lalu taruh dalam cetakan. Dinginkan dan lempok pun siap disantap.

Disebutkan dalam webbisnisukm, jika ingin membuat lebih banyak lempok, maka ukuran per 5 kilogram durian harus ditambah 1 kilogram gula. Hal ini berlaku kelipatannya. Artinya, jika ingin membuat 15 kilogram, maka perlu ditambahkan gula sebanyak 3 kilogram. 

Namun ukuran berbeda disebutkan dalam buku101 Resep Asli Masakan Indonesia,dikutip dari Okezone.com. Dalam buku tersebut dipaparkan bahwa setiap 1 kilogram buah durian diperlukan tambahan gula sebanyak 500 gram. Artinya,per 2 kilogram buah durian harus dicampur 1 kilogram gula dan berlaku kelipatannya.

Namun berapa pun jumlah gula yang ditambahkan, tergantung selera Anda. Jika Anda menyukai rasa manis, maka tak ada salahnya menambah jumlah gula saat membuat lempok durian. Atau jika ingin rasa lempok khas asli, mungkin Anda hanya perlu membelinya saja. Tak perlu jauh-jauh ke Sumatera atau bahkan Kalimantan. Saat ini sudah banyak penjual online yang menjajakkan kudapan legit nan lezat tersebut.


Lempok durian lampung, kuliner khas yang mengigit lidah (@arlouch)

Persebaran dan jenis durian di Indonesia

Durian,tumbuhan tropis asal Asia Tenggara yang memiliki nama ilmiah Durio Zeibethinusmerupakan salah satu buah yang cukup kontroversial. Bagaimana tidak, banyak orang yang menyukai buah ini namun tidak sedikit juga yang membencinya. Berbagai alasan dan pendapat mereka tidak menyukai buah durian mulai dari aromanya yang tidak sedap, hingga karena teksturnya yang lembek dan agak lengket.Namun jangan khawatir buat kalian yang suka makan durian namun takut mengganggu orang sekitar anda karena bau yang ditimbulkan setelah memakan durian. Ada tips untuk menghilangkan bau yang menyengat tersebut. Yang perlu anda lakukan hanyalah  mengisi pangsa (cekungan tempat penyimpanan buah dalam buah durian) dengan air lalu bersihkan tangan anda dengan mengaduk aduk ke dalam pangsa yang telah terisi air tersebut. Untuk menghilangkan aroma durian dalam mulut. Gunukan air pangsa tadi sebagai kumur.

Mungkin kalian mengenal buah ini dengan sebutan The King Of Fruit atau Raja Buah kan?, tapi tahu tidak alasan mengapa durian disebut dengan Raja Buah?. Jadi ada beberapa alasan mengapa durian disebut demikian. Pertama karena durian memiliki mahkota, kalian langsung berfikir dimana mahkotanya? Mahkota durian adalah tumpukan prisma berupa duri – duri yang mengelilingi permukaanya itu. Kedua, karena bentuknya yang cukup besar dan kuat. Ketiga, buah durian merupakan makanan favorit bagi sang raja hutan.

Di Indonesia durian dapat kita jumpai darri sabang sampai merauke, namun wilayah yang paling banyak memiliki variasi durian adalah Kalimantan. Selain Salimantan jenis durian juga banyak ditemukan di wilayah Sumatera dan Semenanjung malaya namun variasinya tidak sebanyak yang ada di Kalimantan. 

Meskipun Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki variasi durian paling banyak, namun pengekspor durian terbesar adalah Negara Thailand. Di supermarket buah kalian juga pasti sering menjumpai durian bangkok dan rekan rekannya. Berikut adalah jenis jenis durian yang cukup populer di Indonesia

  • Durian Semamang
    durian yang menduduki posisi runner up dalam kontes durian se Asia Tenggara ini memiliki ciri Berbentuk lonjong, berdaging tebal dengan biji yang relatif kecil dan berbentuk pipih, diameter durian simamang rata rata sekitar 15 cm saja.
  • Durian Montong
    Durian ini banyak digemari bagi produsen maupun konsumen. Bagi produsen jenis durian ini merupakan jenis durian yang cepat berbuah (membutuhkan sekitar 4-5 tahun dari proses penanaman), selain itu pohon durian jenis ini sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan. Bagi konsumen durian jenis ini merupakan durian mewah bentuknya agak lonjong dan berukuran jumbo, bahkan beratnya bisa mencapai 13 kg perbuah. Durian monthong merupakan durian khas Thailaand, namun sebenarnya bibit durian ini berasal dari Indonesia dan dikembangkan di wilayah Thailand lho
    Durian Monthong
Dan masih banyak lagi jenis durian yang ada di wilayah tanah air kita.

Lempok durian, jenang khasnya Lampung

Di Sumatera khususnya wilayah Lampung, merupakan salah satu wilayah yang memiliki banyak variasi durian, tak heran banyak yang dijumpai perkebunan durian di tempat ini, hal ini dimanfaatkan dengan maksimal oleh warga setempat. 

Durian banyak diolah dengan berbagai masakan dan jajanan, bahkan durian juga menjadi salah satu bahan untuk pembuatan sambal. Salah satu olahan yang wajib untuk dicicipi dari olahan durian khas lampung ini adalah Lempok durian. Mungkin kalian belum mengetahui istilah lempok. 

Di Jawa lempok durian ini lebih dikenal dengan dodol durian atau jenang durian. Meskipun daerah lain juga banyak yang memproduksi lempok durian, namun durian daerah lampung memiliki cita rasa berbeda yang khas. Pastinya karena jenis durian yang digunakan setiap daerah berbeda sesuai dengan iklimnya.

Untuk proses pembuatan lempok lampung sendiri bisa dibilang cukup merepotkan karena memerlukan beberapa alat tradisional khusus dan tenaga kerja yang tidak sedikit. Karena dibuat tanpa bahan pengawet dan berbahan dasar durian yang relatif mahal, tak heran harga lempok lampung cukup mahal.

Bagi yang ingin merasakan rasa sensasi buah durian dalam bentuk yang kenyal legit jenang, Saya sangat merekomendasikan lempok lampung ini apalagi bau khas durian juga tidak terlalu kuat dalam bentuk Lempok. Jadi yang tidak suka bau durian, masih yakin tidak mau mencicipi olahan the king of fruit?. Untuk lempok khas lampung saya sarankan memesan merk yang cukup populer yaitu lempok durian lampung 88 yenyen dan Ny. Lielie dengan harga yang relatif murah per kotak dengan berat 2 ons berkisar 30.000 hingga 35.000 rupiah. Untuk penggila durian yang berasal dari luar Sumatera, jangan cemas pemesanan pun bisa dilakukan di berbagai situs jual beli kesayangan anda.
 

Khasiat dan kandungan nutrisi dalam lempok

Durian juga mengandung bahan antioksidan yang diperlukan tubuh untuk mencegah dari penyakit radikal bebas seperti kanker dan jantung, zat ini juga membantu menjaga sistem kekebalan tubuh.

Setiap 1 cangkir durian mengandung 80 persen vitamin C yang dibutuhkan tubuh dalam satu hari. Vitamin C juga berfungsi dalam pembentukan kolagen pada kulit dan meningkatkan sistem imun tubuh. Selain itu, durian juga mencukupi asupan vitamin B-6 yang dibutuhkan dalam tubuh setiap hari.

Zat besi dalam durian mengandung zat mangan yang sangat diperlukan untuk kulit dan tubuh, selain itu tiap satu cangkir buah durian mengandung sekitar 25 persen dari asupan riboflavin dan tembaga yang direkomendasikan.

Meskipun durian memiliki banyak manfaat dan rasa khas buahnya yang bikin ketagihan, ada baiknya kita memperhatikan porsi durian yang baik untuk dikonsumsi dalam sehari. Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik kan? Sama halnya dengan mengonsumsi durian. Terlalu banyak mengonsumsi durian dapat menimbulkan efek samping khususnya bagi penderita hipertensi, penyakit jantung, yang memiliki riwayat penderita diabetes, dan ibu hamil. Oleh karena itu pihak medis merekomendasikan untuk mengonsumsi 100 hingga 200 gram durian saja  dalam sekali makan untuk menjaga keseimbangan nutrisi dalam tubuh.

Meningkatkan energi

Durian sebagai bahan baku utama lempok mengandung banyak nutrisi seperti vitamin, protein, mineral dan gula alami. Oleh karena itu, lempok juga dapat dijadikan camilan untuk menambah energi setelah beraktivitas.

Menyehatkan otot

Kandungan senyawa thiamin di dalam durian juga dapat meningkatkan kesehatan otot. Senyawa ini dapat mengolah karbohidrat menjadi sumber energi dalam waktu yang relatif cepat. Jadi, setelah memakan lempok, tubuh dapat kembali berenergi.

Menyehatkan saraf

Saraf merupakan penghubung sistem metabolisme tubuh. Gangguan syaraf yang terjadi di dalam tubuh, dapat mengganggu keseluruhan fungsi organ tubuh. Mengonsumsi lempok durian dapat membantu menghasilkan 40% atrium yang mendukung kinerja saraf tubuh lebih maksimal.

Mengencangkan kulit

Dari segi kecantikan, lempok durian juga dapat mengencangkan kulit. Elastisitas kulit yang tetap kenyal dan kencang dapat diperoleh jika mengonsumsi durian ataupun lempok secara teratur.

Melembabkan kulit

Tinggal di daerah yang kering dan dingin, terkadang membuat kulit cepat mengering, mengelupas bahkan bersisik. Mengonsumsi lempok durian dapat membantu melembabkan kulit secara alami.

Menenangkan pikiran

Kandungan vitamin B6 yang terdapat dalam lempok durian, membantu menurunkan tingkat depresi atau stres pikiran karena menghasilkan senyawa endorfin lebih banyak. Tidak hanya pikiran lebih tenang, tetapi perasaan juga lebih bahagia dan nyaman.

Menguatkan gigi dan tulang

Selain B6, lempok durian juga mengandung vitamin B1, B2, kalium serta kalsium untuk mendukung kesehatan gigi dan tulang.

Mengatasi kekurangan darah atau anemia

Cepat lesu atau sering lemah dan tidak bersemangat? Bisa jadi Anda terkena anemia atau kekurangan sel darah merah. Lempok durian mengandung zat besi dan asam folat yang membantu mencegah anemia. Asupan gizi yang satu ini juga menambah energi, tenaga serta semangat. Bagi ibu hamil dan menyusui, asam folat juga baik untuk mendukung sel – sel otak pada janin dan bayi.
Jangan Lupa Baca: FAQ, Cara Pemesanan, Testimoni
 
OLEH - OLEH LAMPUNG | Pusat Makanan Khas Lampung Online | Jalan Bumi Manti 03 Kampung Baru UNILA, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung | Kode Pos 35141 | Support: Onlineshop Indonesia